Disorganisasi Sosial

Patologi sosial adalah semua tingkah laku yang dianggap bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas lokal, pola kesederhanaan, moral, hak milik, solidaritas kekeluargaan, hidup rukun bertetangga, disiplin, kebaikan, dan hukum formal. Menurut WI Thomas dan charles h cooley (dlm kartono 2003) menyatakan bahwa banyak ditemukan abnormalitas dalam masyarakat yang terorganisir serta formal seperit di kota2 besar. Contoh abnormalitas tersebut salah satunya adalah fenomena gelandangan dan pengemis. Banyak sosiolog mengemukakan definisi tingkah laku normal dan tingkah laku abnormal. Tingkah laku normal adalah tingkah laku yang  kuat yang bisa diterima oleh masyarakat pada umumnya. ada juga pengertian tentang tingkah laku pribadi yang normal yaitu perilaku yang sesuai dengan pola kelompok masyarakat tempat ia berada, sesuai pula dg norma-norma sosial yang berlaku pada saat dan tempat tertentu, sehingga tercapai relasi personal dan interpersonal yang memuaskan. pribadi yang normal biasanya mempunyai integrasi jasmaniah rohaniah yang ideal. Sedangkan tingkah abnormal adalah tingkah laku yang tidak kuat, tidak bisa diterima oleh masyarakat pada umumnya dan tidak sesuai dengan norma sosial.

Deviasi(penyimpangan) dan differensiasi diartikan sebagai tingkah laku yang menyimpang dari tendensi sentral atau ciri-ciri karakteristik rata-rata dari rakyat kebanyakan atau populasi, sedangkan differensiasi diartikan sebagai tingkah laku yang berbeda dari tingkah laku umum. Dalam kaitannya dengan gelandangan dan pengemis, mereka termasuk dalam deviasi situasional. Deviasi situasional disebabkan oleh pengaruh bermacam-macam kekuatan situasional atau sosial diluar individu atau oleh pengaruh situasi dalam mana pribadi yang bersangkutan menjaga bagan internal daripadanya. Situasi tadi memberikan pengaruh yang memaksa, sehingga individu tersebut terpaksa harus melanggar peraturan dan norma-norma umum atau hukum formal. Indviidu-individu  atau kelompok-kelompok tertentu bisa mengembangkan tingkah laku menyimpang dari  norma-norma susila atau hukum sebagai produk dari transformasi-transformasi psikologis yang dipaksakan oleh situasi dan kondisi lingkungan sosialnya.Banyaknya jumlah gelandangan dan pengemis bukan lagi menjadi masalah abnormalitas tingkah laku individu, tetapi sudah berkembang mennjadi masalah sosial dan merpkan deviasi situasional. Rehabilitasi yang diperlukan bagi mereka tidak hanya dari panti-panti sosial, tetapi dibutuhkan juga peran dari masyarakat dan dukungan dari pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s